Berita Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Saumlaki, mediatifatanimbar.id-
Terkait dengan pendataan tenaga honorer per tahun 2021 sebanyak 2.116 sedangkan pada tahun 2022 berjumlah 2.358, yang terinput di sistem hanya 1.656. Sedangkan ada tenaga yang tidak terinput, hal itu di sebabkan karena adanya Juknis yang mengatur terkait dengan lama masa kerja. Ungkap Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar Frengky Limber di ruang kerjanya. Kamis, (10/11/2022).
Sambung dia, walaupun demikian bagi tenaga honor yang belum terinput sesuai data faktual, namun juga sudah diselamatkan, Untuk itu dirinya berharap agar jangan tepuk dada seolah-olah menjadi pahlawan. Karena di dunia ini tiada ada pahlawan yang abadi. Kata Limber
“Ada pun kendala lainnya yang menjadi masalah yaitu biaya, Sehingga tenaga honor yang dapat terinput hanya 1.656 orang saja. Hal tersebut menyebakan sehingga pada saat ini, kami memanggil Bagian BKPSDM (Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) untuk melakukan pembahasan bersama terkait dengan adanya farmasi 713 orang yang bakal menjadi PNS ( Pegawai Negeri Sipil) diantaranya tenaga guru 358 orang, tenaga kesehatan 257 orang dan tenaga teknis 98 orang.” Ujarnya
Selain itu Limber dalam penjelasannya terkait tenaga guru yang nantinya lolos dalam seleksi, dirinya mengatakan bahwa, bagi tenaga guru yang akan lolos tentu dapat di lihat dari empat (4) kategori, pada kategori pertama 9 orang sudah dinyatakan lolos, karena mengikuti seleksi CPNS yang tentu nilainya sudah masuk passing grade. Sedangkan bagi peserta yang lainnya akan di laksanakan observasi, dalam hal ini wawancara langsung baik oleh Pengawas Sekolah, kepala sekolah maupun guru senior, pelaksanaan kegiatan tersebut akan di awasi langsung oleh panitia seleksi di tingkat Kabupaten. bebernya
“Kami selaku anggota DPRD yang adalah perwakilan dari pada masyarakat Kabupaten Kepulauan Tanimbar mengimbau kepada seluruh masyarakat di kepulauan Tanimbar yang berkompetisi nanti, agar dapat mempersiapkan diri secara baik untuk menghadapi seleksi, agar kedepannya tidak menimbulkan polemik terkait dengan hal dimaksud.” tandas Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Secara pribadi, saya mengajak kita semua agar mengapresiasi terkait dengan langkah-langkah positif yang sudah diambil oleh BKPSDM Kabupaten Kepulauan Tanimbar, mengapa? karena mereka cukup All Out melihat bagaimana daerah ini kedepannya teristimewa dari sisi Sumber Daya Manusianya (SDM).” ujar dia.
Tambahnya, terkait anggaran telah di persiapkan sesuai dengan kouta yang telah di presentasikan oleh BKPSDM, sekitar 30an Milyar. Untuk itu, kami berharap kepada 2.358 tenaga honorer per tahun 2022 ini, jika di kurangi dengan 713 orang dan sisanya nanti, akan dianalisa oleh BKPSDM dan bagian organisasi untuk menghitung beban kerja dan sebagainya sesuai dengan rujukan yang tentunya tidak bertentangan dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. sehingga tenaga honorer di daerah ini dapat terlayani secara keseluruhan. Namun prosesnya tentu tidak terlepas dari analisis utama adalah sumber daya manusianya dan lainnya sesuai kriteria penilaian. Tandas Limber.
Reporter MTT. 02
Editor Redaksi