Janji Muluk KONI Kabupaten Kepulauan Tanimbar Diduga Membohongi Cabor Pencak Silat Saat Ikut POPMAL IV

January 22, 2023
IMG-20230122-WA0120

Berita Kepulauan Tanimbar
Saumlaki – mediatifatanimbar.id

Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Kepulauan Tanimbar diduga pandai bersilat lidah namun hasilnya terbawa angin badai, akibatnya cabang olahraga (cabor) tersebut masih terlilit hutang. Hal ini disampaikan sekretaris cabor Pencak Silat yang diikutkan dalam Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL IV) yang berlangsung di kota Ambon pada November Tahun 2022, M. Romrome saat ditemui media ini di Kantor Media Tifa Tanimbar, Sabtu (21/2023).

Menurut Romrome, pertama kali rapat bersama pihak KONI Kabupaten Kepulauan Tanimbar kami diminta untuk menyiapkan proposal untuk kebutuhan masing-masing cabor.

“Awalnya rancangan kebutuhan khusus untuk cabor pencak silat yang tertuang dalam proposal pertama sebesar Rp 140 juta, tetapi kemudian diereview oleh Pemerintah Daerah (inspektorat) sebesar Rp. 98 juta”, tutur Romrome.

Janji KONI Tanimbar itu muncul ketika sudah ada persiapan menuju Kota Ambon.

“Tiba waktunya di mana seluruh peserta cabor dan official serta tim bersiap untuk diberangkatkan oleh KONI, belum ada anggaran sehingga pihak KONI mengizinkan untuk kami dapat meminjam uang biar bisa berangkat dan dapat memenuhi kebutuhan lainnya. Namun hasilnya hingga saat ini, pihak Pengurus KONI menutup diri terhadap kesepakatan bersama cabor ketika anggaran KONI dicairkan”, tutur Sekretaris Cabor Pencak Silat tersebut.

Lanjutnya dalam satu pertemuan di akhir bulan desember 2022, setelah KONI Kab. Kep. Tanimbar cair tahap pertama Rp. 2,5 M, KONI kelola sendiri dan sisanya dibagi ke setiap cabor sebesar Rp. 15 juta. Ini menjadi keresahan Cabor pencak silat. Menurut cabor silat, harusnya pada saat pencairan tahap pertama, meskipun menjadi kewenangan KONI untuk kelolah dana itu, tetapi tidak wajar kalau hanya dikasi ke cabor  hanya Rp. 15 juta, karena KONI sendiri tahu utang cabor lebih dari itu dan cabor berutang atas arahan KONI”, tutur Romrome.

Lanjut Romrome, ketika dirinya diberikan Rp. 15 Juta dirinya menolak.

“Waktu itu saya bilang wah kenapa cuma Rp. 15 juta? Akhirnya kami menolak menerima uang itu. Dasarnya adalah bahwa sebelum ada anggaran kami diminta untuk berutang, setelah ada anggaran kami diberikan Rp. 15 Juta tanpa ada PENJELASAN APAPUN dari KONI terkait Rp. 15 Juta tersebut. Ya, jelas kami menolaknya. Sudah seharusnya pihak KONI menjelaskan kepada setiap cabor berapa PERSEN porsinya untuk setiap cabor”, ucap Romrome.

Bagi sekretaris Cabor Pencak Silat ini karena dari awal katong sudah susah sama-sama jadi seharusnya dana Rp. 2,5 M itu cair, setelah pembayaran utang di Bank mari kita duduk bersama membahas bagaimana sisa anggaran tersebut. Miris sekali, kata dia, Pihak KONI sudah ludes kelola semua dana tersebut baru sisanya langsung saja dibagi-bagi ke cabor, sementara dari pihak KONI Kab. Kepulauan Tanimbar tahu persis bahwa cabor khususnya Pencak Silat ada hutang” ujarnya.

Ketika ditanya terkait besar utang oleh Cabor Pencak Silat, sekretaris cabor ini enggan mengatakannya secara pasti dan hanya menyebut angkanya. Jika pihak KONI tidak jeli terhadap hal ini maka akan terjadi kesenjangan.

Jika KONI sengaja tidak menyelesaikan utang cabor, maka tetap menjadi tanggung jawab KONI Kab. Kep. Tanimbar karena berdasarkan komitmen Pengurus KONI dengan kami pengendali Cabor. Jadi,  sampai hari ini kalau dihitung jumlah pinjaman tambah bunga kurang lebih 100 jutaan”, tutupnya sambil berharap semoga pihak KONI Kabupaten Kepulauan Tanimbar bisa menepati janjinya.

Diketahui bersama bahwa atlit Cabor Pencak Silat Kabupaten Kepulauan Tanimbar turut menorehkan prestasi menterang dengan memboyong 2 emas dan 4 perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi Maluku (POPMAL IV) yang berlangung di Ambon, 17 – 12 November 2022.

Reporter  : MTT. 01
Editor       : Redaksi

RELATED POSTS

error: Content is protected !! Call : PT. MediaTifa Tanimbar
Hubungi Kami ?