Saumlaki, MediaTifaTanimbar.id – Uskup Diosis Amboina, Mgr. Zeno Ngutra, melakukan kunjungan kanonik di Kevicepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya dari 3 hingga 7 April 2025.
Sejumlah agenda penting dijadwalkan dalam kunjungan ini, termasuk rekoleksi para imam, misa krismatis pemberkatan minyak suci, pembaharuan janji imamat, serta pelantikan panitia pembangunan Gereja Katolik Ikonik Tanimbar.
Vicaris Episcopal Kevicepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, RD Ponsianus Ongirwalu, menjelaskan salah satu agenda utama dalam kunjungan ini adalah Misa Krisma yang akan dipimpin langsung oleh Uskup Zeno Ngutra pada Sabtu, 5 April 2025.
Perayaan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya Misa Krisma dirayakan di Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, yang merupakan bagian dari wilayah gerejani Keuskupan Amboina.
Makna Liturgis Misa Krisma
Misa Krisma merupakan salah satu perayaan liturgi penting dalam Gereja Katolik. Istilah “Misa Krisma” ditemukan dalam buku Sakramentarium Gelasianum yang disusun sekitar abad VI atau VII. Kata “krisma” berasal dari bahasa Yunani khrismon yang berarti pengurapan.
Perayaan ini menandakan kesatuan Gereja keuskupan, di mana Uskup bersama para imam dan umat berkumpul untuk pemberkatan minyak suci yang akan digunakan dalam sakramen inisiasi.
Dalam misa ini, tiga jenis minyak diberkati, yaitu Minyak Pengurapan Orang Sakit (Oleum Infirmorum), Minyak Katekumen (Oleum Catechumenorum), dan Minyak Krisma (Oleum ad Sanctum Chrisma), yang sebelum diberkati dicampur terlebih dahulu dengan balsam. Minyak Krisma memiliki martabat tertinggi di antara ketiganya dan harus dikonsekrasi oleh Uskup.
Pembaruan Janji Imamat
Salah satu unsur khas dalam Misa Krisma adalah pembaruan janji imamat. Para imam, yang hadir dalam perayaan ini, akan memperbarui janji imamatnya di hadapan Uskup dan umat beriman.
Dalam liturgi, terdapat tiga pertanyaan dari Uskup yang dijawab para imam dengan “Volo” (Saya mau), menegaskan kembali komitmen mereka dalam pelayanan Gereja.
Rangkaian Liturgi Pemberkatan Minyak
Prosesi pemberkatan minyak diawali dengan perarakan ketiga minyak yang diiringi lagu O Redemptor, sume Carmen. Minyak-minyak ini kemudian diberikan kepada Uskup oleh para Diakon atau Imam yang bertugas, sebelum diletakkan di atas meja khusus yang dapat dilihat oleh umat.
Urutan pemberkatan dimulai dari Minyak Pengurapan Orang Sakit, diikuti Minyak Katekumen, dan diakhiri dengan konsekrasi Minyak Krisma.
Secara tradisional, pemberkatan minyak ini dikaitkan dengan Sakramen Pembaptisan. Dalam Missale Romanum edisi ketiga (MR III), disebutkan bahwa Misa Krisma dapat dirayakan pada hari lain selain Kamis Putih jika ada alasan pastoral yang kuat.
Oleh karena itu, dalam konteks Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, perayaan ini diselenggarakan pada 5 April 2025 agar dapat dihadiri oleh lebih banyak imam dan umat.
Persiapan Perayaan
Misa Krisma akan dihadiri oleh para imam, diakon, biarawan-biarawati, dan umat awam. Uskup akan mengenakan jubah liturgis lengkap dengan mitra dan tongkat gembala. Para konselebran akan mengenakan kasula putih, sementara para diakon mengenakan dalmatik putih.
Selain perlengkapan liturgis utama, disediakan pula bejana untuk minyak suci, meja khusus untuk minyak, serta piala dan sibori untuk komuni dua rupa.
Perarakan masuk dalam Misa Krisma akan diawali oleh petugas liturgi, diikuti oleh para pelayan altar, diakon pembawa Evangeliarium, para imam konselebran, dan diakhiri dengan Uskup yang diapit oleh pelayan vimpa dan pembawa mikrofon episkopal.
“Dengan digelarnya Misa Krisma di Kevikepan Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya ini, diharapkan umat Katolik di wilayah ini semakin memahami makna sakramental dalam perayaan liturgi Gereja serta mempererat persatuan dalam iman bersama Uskup dan para imam,” tutup RD. Ponsianus Ongirwalu.
(TT-01)