Berita Kabupaten Kepulauan Tanimbar
Saumlaki, mediatifatanimbar.id- Pasangan calon bupati Dr. Adolof Bormasa, SH.,MH, bersama tim pengusung partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) disambut meriah oleh sejumlah tokoh adat dan tetua adat aat tiba di Kecamatan Wuarlabobar, Sabtu 26/10/ 2024.
Sesuai jadwal kunjungan kampanye dialogis yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPUD) Kabupaten Kepulauan Tanimbar yang jatuh pada tanggal 26 Oktober 2024, calon bupati nomor urut 1 Adolof Bormasa dapat memenuhinya untuk mendatangi Kecamatan Wuarlabobar untuk temui masyarakat dalam rangka melakukan kampanye dialogis yang dipusatkan pada desa Wunlah sebagai ibu kota Kecamatan Wuarlabobar Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Setibanya calon bupati Adolof Bormasa, yang pernah menjabat sebagai Kapolres di 3 Kabupaten di provinsi Maluku, yang secara spesifik termasuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar di kala itu disambut secara meriah oleh para tetua adat dan pendukung serta simpatisan Kecamatan Wuarlabobar yang terdiri dari tetua adat desa Wunlah, desa Karatat, Desa Abat dan desa Wabar serta seluruh tim pendukung partai PDIP-Hanura, serta seluruh relawan.
Setelah dilangsungkan ritual adat oleh para tetua adat, Calon bupati nomor urut 1 Adolof Bormasa melanjutkan doa bersama dengan seluruh tim dan pendukung serta Jemaat Wunlah di gedung gereja Ralalolin sebagai bentuk ucapan syukur atas kasih Tuhan sehingga dapat dipersatukan bersama seluruh tim dan pendukung di Kecamatan Wuarlabobar.
Mantan Kapolres Tanimbar ADOLOF BORMASA dalam kampanye dialogisnya, memberikan sejumlah pendidikan politik yang baik dan benar kepada seluruh tim dan pendukung sekaligus kepada sejumlah masyarakat yang hadir saat menyaksikan kampanye dialogis itu, dengan menekankan agar sebagai masyarakat Duan-Lolat tetap berpegang teguh pada nilai nilai budaya sehingga tidak dapat tercerai berai oleh kepentingan politik.
Selain itu, Bormasa juga menyampaikan Sejumlah program petioritas khusus program pemberdayaan masyarakat, seperti di bidang pertanian, perikanan, pendidikan, kesehatan, keagamaan, dan adat istiadat yang menjadi sasaran utama yang akan dilaksanakan ketika terpilih sebagai pemimpin di Kabupaten yang berjulukan Bumi Duan – Lolat ini.
“Menjadi pemimpin bukan sebagai raja yang harus disanjung-sanjung dan atau tuan besar. Menjadi pemimpin tugas dan fungsinya sebagai pelayan tertinggi untuk melayani kepentingan masyarakat Tanimbar ini dengan ketulusan hati,” ujar Bormasa.
Selanjutnya, calon bupati nomor urut 1, Adolof Bormasa membuka kesempatan untuk dialog bersama masyarakat tujuannya mendengar langsung keluh kesah masyarakat pada tingkat desa. Dalam dialogis tersebut ditemukan sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat lebih khususnya pada bidang kesejehteraan baik itu dib bidang pendidikan, maupun lapangan pekerjaan bagi kaum generasi mudah yang telah menyelesaikan studi pada perguruan tinggi. Hingga saat ini, tenaga yang telah memiliki kualifikasi yang memadai, namun belum juga kebagian pekerjaan dengan kategori pengangguran.
Pasangan calon bupati nomir urut 1, setelah menerima pikiran masyarakat itu tentu begitu terkesan sekali. Hal ini tentu menjadi perhatian khusus, ketika pasangan calon bupati dan wakil bupati Bormasa Serin yang diusung oleh partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ( PDIP) dan Partai Hati Nurani Rakyat (HANURA), ketika tepat tanggal pemilu tanggal 27 November nanti, mendapat kepercayaan untuk terpilih sebagai bupati dan wakil bupati maka, sejumlah masukan berupa keluhan tentu akan dijawab sesuai kebutuhan masyarakat, demi mensejahterakan masyarakat Tanimbar dan beradat untuk kemaslahatan Tanimbar seutuhnya di bumi Duan – Lolat ini.
(TT – Saily)