Berita Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Saumlaki, mediatifatanimbar.id- pengguna jasa Bakti Internet, Yanto dan Jhon Atas nama sejumlah pelanggan Internet yang dibangun oleh BAKTI, menyatakan bahwa hadirnya tower-tower yang dibangun oleh Bakti di Kabupaten Kepulauan Tanimbar hanya untung nama, lebih khusus di Desa Tumbur Kecamatan Wertamrian Kepulauan Tanimbar terpasang 2 tower namun hasilnya sangat jelek dan sangat merugikan para pelanggan baik itu dari sisi tenaga dan vinansial (uang). Ungkap kedua perwakilan tersebut kepada wartawan media ini, saat ditemui di desa Tumbur Sabtu 6/7/2023.
Menurut Yanto, seorang pengusaha mengatakan bahwa, dari pihak Bakti yang bangun proyeknya di Tanimbar ini hanya untuk melakukan pembodohan kepada masyarakat di 3 T ini, mengapa? dari awal 2 tower ini terpasang pikirnya memudahkan para pelanggan Internet, ternyata lebih hancur ” jelas dia, hancur dari awal hingga saat ini tidak ada perubahan, meskipun sudah turun juga tim teknis dari pihak Bakti. Kesal Yanto.
Sambung dia, sekarang ini jaman digital, maka adanya 2 tower tersebut pikirnya sudah meringankan beban artinya proses segala kebutuhan bisa melalui internet saja seperti, perpanjangan surat usaha, bayar Air, Listrik dan lainnya. Namun apa jadinya mimpi itu tidak membawa kenyataan, tatapi bagaikan asap sekejap hilang dari penglihatan. Jadi kalau Sesuatu yang berhubungan dengan internet harus mengemis, jika tidak pasti saja segalanya akan mandek, tutur Yanto.
Selain itu, ada juga pelanggan dari pihak masyarakat Jhon namanya datangi media ini dan mengatakan sangat membenarkan keterangan Yanto, mengingat mereka juga merasakan nasib yang sama, kata dia, lebih baik 2 tower yang terpasang tepat di desa Tumbur Kecamatan Wertamrian sebaiknya di bongkar saja, karena 2 tower tersebut jadi sumber kerugian bagi kami para pelanggan. Ujar Jhon.
Menurut Jhon, sejak tahun 2022 tower-tower tersebut terpasang, tentu melegahkan, namun sayangnya hingga saat ini 2 tower itu, hanya sebatas menghiasi bumi Tanimbar ini, sangat tidak berfungsi secara maksimal, selain itu sangat berpengaruh ke 4G, dan internet , sehingga sangat meresahkan dan merugikan para pelanggan baik itu dari sisi tenaga maupun uang, terang Jhon.
“Dirinya meminta kepada pihak Pemerintah Daerah dan Dinas Kominfo, jika berkenan teruskan keluhan ini ke pihak BAKTI untuk segera benahi, karena sesungguhnya sangat meresahkan. Kata dia, saya beli pulsa data 43 GB masa berlakunya 1 bulan, Namun karena Internet Bakti ini tidak berfungsi dengan baik maka akhirnya pulsa data kami harus hilang atau habis percuma kurang lebih 20an GB. Beber Jhon.
Sambung dia, memang dari pihak Bakti sendiri sudah turun namun seperti semula, artinya tidak ada perubahan. “Nah ini pembiaran, asal jadi menyenangkan hati para petinggi negara dan para petinggi PT Bakti, jika terpantau baik divideo maupun foto-foto, tapi alhasilnya tidak maksimal dalam operasi, pasti yang korban masyarakat kecil. Fakta membuktikan bahwa hanya mereka turun untuk menyenangkan hati para pelanggan saja tetapi alhasilnya hingga hari ini sama sekali tidak layak untuk melayani para pelanggan dengan baik. Tutupnya
Reporter : (MTT.03)
Editor. : Redaksi