Pernyataan Ketua KPUD Kepulauan Tanimbar Tidak Substantif

May 29, 2024
IMG-20240529-WA0156

Berita Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Saumlaki, mediatifatanimbar.id- Pernyataan Ketua KPUD Kepulauan Tanimbar, Christian Matrutty terkait polemik penetapan badan adhoc Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) tingkat kecamatan dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat desa dinilai tidak substantif dan terkesan mencari-cari alasan. Hal tersebut disampaikan Jonas Batlyol, salah satu peserta seleksi PPK pada media ini, Rabu, 29/5/2024, pukul 16.10 bertempat di Kantor Redaksi Media Tifa Tanimbar.

“Ketua KPUD menjelaskan soal LPJ yang katanya, saya sebagai Ketua PPK Wertamrian belum memasukan. Pertanyaan saya, apakah soal kewajiban memasukan LPJ adalah prasyarat mengikuti seleksi bagi anggota PPK yang lama? Tunjukkan dimana aturannya. Kalaupun hal LPJ menjadi syarat, apakah semua PPK pemilihan legislatif dan presiden sudah memasukan LPJ? Kan masih ada yang sampai saat ini belum memasukan LPJ tetapi tetap lolos dan dilantik sebagai PPK.” Urai Jonas.

Jonas menyayangkan sikap dan pernyataan Christian terkait LPJ. Menurutnya, apa yang disampaikan Christian sangat tidak mendasar.

“Pernyataan Ketua KPUD bahwa Laporan Pelaksanaan Tahapan dan Anggaran dari PPK Wertamrian tidak pernah dimasukkan merupakan sebuah pembohongan publik.” Tegas Jonas.

“Faktanya PPK Wertamrian telah melalukan verifikasi LPJ ke Sekretariat KPUD, dalam hal ini Pejabat Pembuat Komitmen KPUD Kepulauan Tanimbar sebelum mengikuti seleksi PPK. Bahkan sebagian besar sudah diupload di SITAB KPU.” Terang Jonas.

Lebih lanjut, Jonas menegaskan bahwa dirinya bukan tidak menerima hasil seleksi PPK kali ini, tetapi ia meyakini adanya proses yang mencederai mekanisme perekrutan PPK dan PPS serta pernyataan Ketua KPUD yang tidak substantif dan diduga membohongi publik.

“Saya menerima hasil apapun asalkan benar sesuai pernyataan dan kualitas setiap peserta. Silahkan beberkan hasil seleksi administrasi, tes tertulis dan wawancara.
Jangan buat pernyataan yang tidak mendasar.” Ujar Jonas.

“Kita menginginkan yang terbaik bagi Tanimbar, termasuk proses demokrasi agar bisa menghasilkan perubahan ke arah yang lebih baik. Jika demokrasi kita sudah dicederai oleh hal-hal seperti ini, maka mari kita menanti hasil yang buruk selanjutnya.” Tegas Jonas menutup penyampaiannya.

Reporter : ( TT 06 )

Editor.     : Redaksi 

RELATED POSTS

error: Content is protected !! Call : PT. MediaTifa Tanimbar
Hubungi Kami ?