Mengenal Kain Tenun Ikat yang Berasal dari Daerah Kepulauan Tanimbar

November 24, 2023
IMG-20231124-WA0135

Penulis : Hironimus Jempormas

Media : TifaTanimbar Kabupaten Kepulauan Tanimbar

Saumlaki, mediatifatanimbar.id-
Kelompok tenun Awayeras diketuai oleh Sila Fordatkosu menyatakan bahwa tenun yang kami tekuni selama ini kurang lebih 20an tahun, adalah merupakan peninggalan leluhur yang sesungguhnya patut di lestarikan dari zaman ke zaman, mengingat Kain Tenun Tanimbar ini sudah menjadi tradisi adat budaya tanimbar yang tak bisa dipungkiri oleh siapapun selaku masyarakat Tanimbar, ungkap Sila kepada wartawan media ini, saat di temui di tempat kerjanya Jumat 24/11/2023 pkl 09.24 Wit

Menurutnya, Kain tenun khas Tanimbar merupakan hasil kerajinan berupa bahan yang dihasilkan dari untaian benang-benang yang dimasukkan secara melintang pada lungsin.

Terdapat beragam kerajinan tenun yang berasal dari Tanimbar. Tenun tersebut tentu memiliki keunikan tersendiri, seperti corak, warna, cara pembuatan, dan makna filosofis yang mencerminkan  daerah Tanimbar sendiri.

Kain tenun dihasilkan melalui kegiatan menenun. Pada dasarnya, menenun sebenarnya sama dengan prinsip menganyam. Meskipun demikian, proses membuat selembar kain tenun ini memiliki teknik tersendiri. Menurut Sila Fordatkosu selaku ketua Kelompok Awayeras yang merupakan kelompok Mandiri, membawahi 12 orang tenaga pengrajin tenun tersebut mengatakan bahwa, proses tenun harus memulai dari beberapa teknik dasar dalam menenun. Menurutnya, menenun  boleh dikata gampang-gampang susah, selain itu, membutuhkan kesabaran dan perhatian serius, sehingga hasilnyapun benar-benar menunjukan kualitas yang tinggi untuk dipasarkan Ujar Sila.

Proses pembuatan kain tenun Tanimbar adalah sebagai berikut: “pertama kata Sila katong orang tanimbar tidak bisa tinggalkan hasil karya peninggalan leluhur apapun terjadi, sudah menjadi kewajiban kita untuk tetap terus kembangkan, agar nilai budaya tanimbar tidak bisa tenggelam, kata dia.”

Beginilah cara membuat kain tenun,

Tahap pembuatan kain tenun melibatkan beberapa proses, antara lain:

Membuat benang : Proses pembuatan kain tenun dimulai dengan membuat benang, baik secara tradisional dengan memintal benang menggunakan roda putar.

Mewarnai : Setelah benang selesai dibuat, benang kemudian dapat diwarnai dengan menggunakan teknik pewarnaan tradisional atau modern. Beberapa teknik pewarnaan yang sering digunakan meliputi pewarnaan alami dengan bahan-bahan organik seperti daun atau kulit, atau pewarnaan kimia dengan bahan kimia.

Menenun : Benang kemudian ditenun di atas alat tenun, yang terdiri dari rangkaian alat yang kompleks untuk membentuk pola atau desain yang diinginkan. Proses tenun melibatkan pemintalan benang pada mesin tenun, membentangkan benang melintang pada jangkar, dan memutar poros untuk membentuk pola.

Finishing : Setelah proses pewarnaan selesai, kain kemudian diproses melalui tahap finishing, seperti merapikan serat kain, memotong tepi, atau menambahkan detail seperti jahitan atau
Proses pembuatan tenun dapat berbeda-beda tergantung pada teknik dan budaya pembuatannya. Namun, pada dasarnya, proses pembuatan wastra tenun selalu melibatkan pemintalan benang dan penenunan pada alat tenun untuk membentuk kain. ketika tersusun rapi selanjutnya masuk dalam teknik tenun.
Teknik tenun atau yang biasa dikenal dengan teknik plain weave merupakan teknik tenun yang dianggap paling mudah dan sederhana. Hal ini dikarenakan kita cukup menyilangkan kain secara naik turun dan bergantian. Terang Sila.

Itulah, beberapa teknik dasar yang biasa digunakan oleh pengrajin tenun dalam menghasilkan kain tenun yang tentunya indah yang begitu mudah untuk di pasarkan. Makin tahu Indonesia 

“Karakteristik yang dimiliki oleh kain tenun teknik adalah memiliki jumlah silangan yang paling banyak diantara yang teknik lainnya. Kain tenun ini juga yang paling kuat, tidak mudah bertiras, licin, dan benangnya juga tidak mudah tersangkut,” ucap Sila.

Akan tetapi, kain tenun dengan teknik ini lebih rapi, berkilau dibandingkan dengan kain tenun yang dihasilkan dengan pintas,
“Jumlah silangan yang sedikit membuat kain ini lebih halus karena benang-benangnya saling berhimpit satu dengan lainnya,” ucap Sila.

Kegunaan Tenun Secara Adat Tradisional Tanimbar

Tenun secara tradisional Tanimbar adalah memiliki kegunaan sesuai budaya dan tradisi masyarakat adat Tanimbar yang membuatnya. Beberapa kegunaan kain tenun secara tradisional antara lain:

Pakaian : tenun sering digunakan untuk membuat pakaian tradisional seperti sarung, kebaya, Jas, atau batik fan lainnya.

Peralatan rumah tangga : tenun juga dapat digunakan sebagai alas meja, atau syal dapat dibawah kemana saja.
Seremonial : tenun sering digunakan dalam upacara atau ritual adat Tanimbar, baik sebagai pakaian adat atau sebagai bagian dari perlengkapan upacara.

Perlengkapan pernikahan : tenun sering digunakan sebagai kain pelaminan atau sebagai hadiah pernikahan.

Dekorasi : tenun dapat digunakan sebagai hiasan dinding atau sebagai bagian dari dekorasi ruangan.
Selain itu, tenun juga sering digunakan sebagai simbol identitas budaya, sesuai budaya Tanimbar, selalu membutuhkan pola dan warna pada wastra tenun yang memiliki makna khusus yang berkaitan dengan sejarah, mitos, atau kepercayaan masyarakat Tanimbar. Tenun secara tradisional Tanimbar juga, memiliki nilai artistik yang tinggi dan sering menjadi objek koleksi atau pameran seni.

Tambahnya selama Pandemi Covid-19 tentu terancam karena pengrajin kain tenun kelompok mandiri Awayeras, yang dipimpin oleh Sila tentu terancam, harus tutup total kurang lebih 2 tahun, hal ini tentu mengakibatkan sedikit modal yang dimiliki terkuras habis-habisan demi kebutuhan imun tubuh dikala itu. dari dampak pandemi tersebut sehingga membuat pengrajin kain tenun sangat kewalahan.

“Saya selaku Ketua Kelompok Awayeras Sila Fordatkosu, serta anggota, berkomitmenbSetelah Pandemi Covid-19 berangaur-angaur pulih, di pertengahan tahun 2022 hingga 2023 walaupun susah, kami tetap berupaya dengan berbagai cara tanpa adanya dukungan dana dari pihak manapun, dengan kesederhanaan kelompok yang walaupun tidak memadai seperti sedia kala, namum pelan-pelan kami bangkit untuk mengaktifkan kembali kerajinan tenun lokal yang sudah kami tekuni sekian tahun, ucsp seorang Anggota Kelompok Awayeras,

Akhirnya menjelang akhir tahun 2023 ini apapun,
“Kami bersyukur, ada kesempatan seperti saat ini melalui media Tifa Tanimbar, memberi kesempatan bagi produksi kain tenun kelompok kami untuk dapat dipromosikan ,” tuturnya.

“Dia menambahkan, belakangan sedikit demi sedikit produk tenun yang  disiapkan tentunya bisa dan dapat membantu serta mempengaruhi ekonomi kami, walaupun belum tampak luar biasa, namun sedikitnya sudah boleh membantu meningkatkan ekonomi terhadap kelompok kami.” Selain itu, bahan dasar tenun, saat ini mulai diminati oleh semua kalangan. Ujarnya.

“Kondisi inilah, memacu pengrajin kain tenun Tanimbar untuk berinovasi,”

Sila dan anggotanya mengaku, sudah 2 tahun mereka fokus dalam menghasilkan produk tenun Tanimbar untuk dipasarkan. “Walau keterbatasan modal dan alat, selalu menjadi tantangan, namun adanya komitmen bersama tetap sabar dalam menyiapkan produk tenun dengan hasil yang maksimal,” tandasnya.

Menurut Sila, untuk tarif setiap produk tergantung pada ukuran dan tingkat kesulitan. Saat ini sejumlah produk sudah di kirim ke sejumlah wilayah di Republik ini seperti di Ambon, Jakarta dan kota lainnya, “Sudah tentu, dari berbagai produk kain tenun modifikasi Tanimbar banyak yang sudah mengetahui kesiapan kami kelompok selama ini.

“Di akhir penjelasannya, dirinya mengatakan bahwa, selama ini yang bisa kami produksi kain tenun Tanimbar belum terlalu signifikan mengingat ketersediaan dana yang begitu sangat terbatas. Untuk itu, diri bermohon melalui media ini, jika adanya perhatian dan dukungan dari pihak perusahaan dan atau pemda setempat tentunya produksi terkait kain tenun Tanimbar tetap kami tingkatkan. Tutupnya

RELATED POSTS

error: Content is protected !! Call : PT. MediaTifa Tanimbar
Hubungi Kami ?